Macam Macam Minyak Sayur
By: Date: July 8, 2021 Categories: Uncategorized Tags: , , ,
Macam Macam Minyak Sayur

Macam Macam Minyak Sayur

Pada artikel ini kami akan mengulas tentang macam macam minyak sayur. Minyak sayur dan minyak goreng adalah dua istilah yang sering dianggap sama. Ini mungkin karena orang terbiasa menukar kedua istilah tersebut. Namun, sebenarnya ada sedikit perbedaan antara minyak sayur dan minyak goreng.

Macam Macam Minyak Sayur

Minyak goreng adalah berbagai jenis minyak yang digunakan untuk memasak atau mematangkan makanan, seperti menggoreng, menumis, atau memanggang. Minyak goreng bukan hanya minyak nabati yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan. Minyak ini juga memiliki varian bahan dasar lainnya, seperti bahan hewani atau sintetis. Jadi, istilah minyak goreng lebih mengacu pada fungsi atau cara penggunaan minyak tersebut.

Sedangkan minyak sayur merupakan salah satu jenis minyak nabati. Kebanyakan minyak sayur dibuat dari campuran beberapa jenis minyak. Minyak sayur merupakan salah satu jenis minyak goreng yang biasa kita gunakan sehari-hari.

Apakah Minyak Sayur Sehat?

Dipercaya secara luas bahwa minyak sayur lebih sehat daripada jenis minyak lainnya. Salah satu alasannya adalah kandungan asam lemak tak jenuh ganda dalam minyak ini.

Namun, tingkat kesehatan minyak sayur tidak dapat digeneralisasi. Beberapa jenis minyak sayur dapat dianggap lebih sehat daripada yang lain. Sebagian besar minyak nabati, terutama yang non-biologis, diproses dengan penambahan pelarut kimia. Minyak sehat atau non-sayuran tergantung pada:

  • Jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan
  • Jenis asam lemak yang ditemukan dalam minyak
  • Bagaimana minyak diproses.

Berikut Ini Macam Minyak Sayur

1. Minyak Zaitun (Olive Oil)

Olive oil atau minyak zaitun, adalah minyak yang diperoleh dari ekstraksi buah zaitun. Ada dua jenis minyak zaitun yang biasa digunakan dalam masakan, yaitu olive oil biasa dan extra virgin olive oil.

Label extra virgin pada minyak zaitun menunjukkan bahwa minyak zaitun tidak disuling dan oleh karena itu minyak jenis ini berkualitas tinggi.

Minyak zaitun dalam kuliner dapat digunakan sebagai minyak serbaguna dan sehat untuk konsumsi langsung. Aromanya juga dapat mempengaruhi hasil masakan. Namun, minyak zaitun titik asapnya yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan minyak yang lainnya.

Jadi memasak dengan minyak zaitun paling baik dengan api kecil dan sedang, dan extra virgin olive oil lebih dianjurkan untuk dipakai sebagai dressing salad.

2. Minyak Wijen (Sesame Oil)

Minyak wijen sering digunakan dalam masakan Cina karena rasanya yang kuat. Minyak wijen memiliki titik asap yang tinggi, sehingga dapat digunakan dalam resep panas tinggi. Sebagai varian selanjutnya, minyak wijen juga bisa digunakan sebagai saus salad.

3. Minyak Canola

Minyak Canola kini dapat ditemukan di beberapa supermarket besar. Minyak canola adalah minyak nabati yang tidak berbahaya. Kandungan asam lemak omega-3 yang cukup tinggi bersama dengan asam lemak tak jenuh tunggal juga dapat membantu Anda menjaga kolesterol dalam keadaan normal.

Minyak canola dapat dipanaskan hingga 200 ° C. Juga merusak kondisi minyak. Minyak canola dapat digunakan tidak hanya untuk memasak, tetapi juga sebagai saus salad.

4. Rice Bran Oil

Rice bran oil merupakan minyak nabati yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan juga rendah kolesterol. Rasanya ringan sehingga tidak mempengaruhi masakan dan titik didihnya cukup tinggi.

Baca juga : Minyak Sehat untuk Memasak

Bagaimana Memilih Minyak Sayur yang Sehat?

Macam Macam Minyak Sayur

Untuk memastikan bahwa minyak sayur yang Anda gunakan lebih sehat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Pemrosesan Minyak

Minyak olahan (refined) dinilai kurang sehat karena melalui tahap pemurnian pelarut kimia. Sebagian besar minyak nabati yang dijual bebas biasanya melalui tahap pemurnian ini.

2. Kandungan Asam Lemak Tak Jenuh

Beberapa minyak nabati organik, seperti minyak alpukat dan minyak zaitun, mengandung lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda, yang lebih sehat daripada kebanyakan minyak nabati yang tinggi lemak jenuh.

Lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, kedua jenis lemak baik ini juga berperan dalam mengontrol kadar gula darah dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

3. Kadar Asam Lemak Omega-6

Kandungan omega-6 dan omega-3 memang bermanfaat bagi kesehatan. Idealnya, asam lemak omega-6 dan omega-3 memiliki rasio 1:1 di dalam tubuh.

Para ilmuwan percaya bahwa tingkat omega-6 yang lebih tinggi daripada omega-3 dapat menyebabkan peradangan kronis. Terkait dengan ini adalah peningkatan risiko berbagai penyakit seperti penyakit jantung, obesitas, rematik dan radang usus besar.

Jenis minyak nabati yang tinggi omega-6, antara lain:

  • Minyak kedelai
  • Minyak jagung
  • Minyak bunga matahari
  • Minyak kacang
  • Minyak wijen

4. Perhatikan Komposisi Asam Lemaknya

Lemak tak jenuh ganda memang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Namun, minyak nabati dengan lemak tak jenuh ganda tergolong mudah teroksidasi, bahkan di dalam tubuh.

Kandungan asam lemak tak jenuh ganda yang berlebihan dalam tubuh meningkatkan risiko oksidasi dan menghasilkan senyawa yang bisa berbahaya.

Sebagai gantinya, perhatikan label minyak nabati dengan berbagai tingkat asam lemak tak jenuh ganda, asam lemak jenuh, dan asam lemak tak jenuh tunggal.

5. Perhatikan Komposisi Lemak Trans

Lemak trans dalam minyak nabati merupakan lemak tak jenuh yang dianggap paling berbahaya bagi kesehatan tubuh. Lemak ini biasanya dibuat dari minyak nabati melalui proses hidrogenasi.

Lemak trans dapat ditemukan pada produk minyak nabati, margarin, produk susu, dan makanan yang menggunakan bahan-bahan tersebut. Minyak nabati yang mengandung lemak trans dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik, meningkatkan risiko penyakit jantung.

Nah, itulah macam macam minyak sayur. Dan kalian bisa menggunakan mesin vco untuk membuat minyak kelapa. Untuk mesin yang lain kalian bisa mengunjungi rumahmesin. Semoga membantu 🙂