Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak
By: Date: April 29, 2021 Categories: Parenting
Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Keahlian anak buat mengolah santapan masih tumbuh serta belum sempurna, paling utama pada balita. Keadaan tersebut membuat balita serta anak sangat rentan terhadap bermacam permasalahan pencernaan. Sementara itu, konsumsi santapan sangat berarti buat perkembangan sang kecil. Buat itu, Kamu butuh ketahui apa saja kendala pencernaan pada anak yang kerap terjalin serta metode mengatasinya persembahan dari artikel parenting.

Tipe kendala pencernaan pada balita serta anak- anak

Meski kerap terjalin, kendala pencernaan pada anak susah dikenal, paling utama pada balita. Ini sebab dia masih belum dapat bicara serta cuma bereaksi melalui tangisan.

Berikut sebagian kendala pencernaan yang kerap terjalin pada anak serta balita:

1. Diare

Melansir dari Standford Children, keadaan usus balita yang masih lemah membuat santapan yang masuk ke perut tidak dapat di cerna usus balita sehingga mengusik gerakan usus serta menimbulkan diare.

Tidak hanya terganggunya gerakan usus, rotavirus yang masuk ke badan balita pula dapat menimbulkan diare. Sebagian pemicu diare yang tercantum kendala pencernaan pada balita serta anak ialah:

Kurang melindungi kebersihan tubuh

Keracunan makanan

Alergi makanan

Komsumsi obat- obatan tertentu

Keadaan kesehatan tertentu( semacam celiac, crohn, irritable bowel syndrome)

Sedangkan buat buat ciri serta indikasi diare ialah:

Anak meringik kram ataupun sakit pada perutnya

Perut anak kembung

Anak meringik mual serta mau muntah

Anak kerap kebelet buang air besar

Temperatur badannya bertambah alias demam

Wajah anak nampak lesu serta lelah

Nafsu makan anak berkurang

Tetapi, indikasi diare pada balita berbeda dari anak umur bayi ke atas. Berikut merupakan indikasi diare pada balita yang wajib orangtua ketahui:

Berkemih lebih tidak sering, dapat dilihat dari popok yang tidak sering basah

Balita rewel serta nangis terus; tetapi tidak keluar air mata sewaktu menangis

Mulut balita kering

Balita terus mengantuk serta lesu

Kulit balita tidak kenyal ataupun elastis semacam biasanya

Kamu dapat bertanya ke dokter buat penindakan lebih lanjut.

Menanggulangi diare yang tercantum kendala pencernaan anak

Buat menanggulangi diare yang tercantum ke dalam kendala pencernaan pada anak, terdapat sebagian metode yang butuh dicoba cocok dengan umur sang kecil, ialah:

Balita baru lahir hingga berumur 6 bulan dapat diberikan ASI lebih kerap serta lebih lama dari umumnya. Jangan bagikan santapan ataupun minuman lain tidak hanya ASI eksklusif.

Balita berumur 6 bulan ke atas pula masih terus diberikan ASI serta santapan pasangan yang telah dihaluskan semacam bubur pisang.

Bayi umur 1 tahun pula bisa diberikan ASI terus menerus dibarengi dengan MPASI dengan kombinasi telur, ayam, ikan, serta wortel

Bayi umur 1 hingga 2 tahun dianjurkan buat terus diberi ASI, serta makan santapan semacam sop ayam hangat. Jangan bagikan santapan berminyak.

Bayi usia 2 tahun ke atas, bagikan santapan sehat yang universal semacam nasi, pisang, roti, kentang, serta yoghurt 1 hingga 3 kali sehari

Melansir dari web Children Hospital of Philadelphia, bunda yang lagi menyusui bisa jadi pula butuh membiasakan konsumsi makan mereka sendiri buat menjauhi santapan yang dapat merangsang diare pada anak balita mereka.

Jauhi dahulu santapan yang pedas, asam, serta berminyak. Pada anak yang umurnya lebih besar, dokter bisa jadi hendak merekomndasikan Kamu mempraktikkan diet BRAT buat menanggulangi diare.

2. Muntah sebab asam lambung ataupun keadaan lainnya

Melansir dari web formal Jalinan Dokter Anak Indonesia( IDAI), muntah ataupun gumoh pada balita dapat jadi ciri kelainan dapat pula tidak. Kendala pencernaan yang sangat kerap terjalin pada anak balita merupakan refluks gastroesofagus( RGE).

Itu merupakan keadaan kembalinya isi lambung ke tenggorokan serta dapat terus keluar melalui mulut. Hingga balita umur 1 tahun, RGE merupakan perihal wajar asal sang kecil tidak menolak minum susu serta berat tubuh balita senantiasa naik cocok umur. Apabila sebaliknya, butuh dicoba pengecekan lebih lanjut.

Sedangkan itu apabila muntah terus menerus pada kanak- kanak kerap diakibatkan oleh refluks asam lambung, pula diucap gastroesophageal reflux disease( GERD).

Pada kanak- kanak, otot di ujung tenggorokan kerap belum lumayan kokoh, sehingga refluks asam terjalin lebih universal pada kanak- kanak dibanding pada orang berusia.

Faktor- faktor yang berkontribusi terhadap kendala pencernaan tipe refluks asam pada anak balita tidak bisa dihindari, ialah:

Balita tiduran sangat lama

Santapan yang nyaris seluruhnya cair

Kelahiran balita prematur

GERD merupakan keadaan refluks asam yang sangat terkenal pada kanak- kanak, namun terdapat pula kendala lain semacam intoleransi santapan, eosinophilic esophagitis, serta stenosis pilorus.

Pada kanak- kanak yang umurnya lebih besar, keadaan ini dapat disebabkan dari tekanan dasar tenggorokan ataupun dari otot tenggorokan yang melemah.

3. Sembelit

Kendala pencernaan pada anak selanjutnya merupakan wasir. Bagi National Library of Medicine, balita serta anak dapat hadapi wasir sebab bermacam perihal.

Sangat kerap diakibatkan oleh minimnya konsumsi serat, kurang minum, serta peralihan ASI ke MPASI. Pada sebagian permasalahan, dapat pula diakibatkan oleh keadaan kedokteran yang mempengaruhi usus serta pemakaian obat- obatan tertentu.

Tidak semacam orang berusia, karakteristik wasir pada balita bisa jadi susah buat dikenal. Alasannya, mereka belum dapat berbicara dengan orangtua ataupun pengasuhnya menimpa indikasi wasir yang dia rasakan.

Anak balita yang hadapi kendala pencernaan tipe wasir hendak menampilkan indikasi, semacam:

Kesakitan dikala buang air

Terdapat darah pada kotoran bayi

Rewel

Feses balita kering serta padat

Frekuensi buang air besar balita baru lahir yang diberi ASI dekat 3 kali satu hari hingga umur umur 6 bulan. Sehabis mengawali santapan padat, dia hendak lebih kerap BAB. Tetapi, bersamaan waktu frekuensi buang air besarnya hendak terus menjadi menurun.

Sedangkan pada balita yang minum susu resep, wajarnya hendak buang air sebanyak 1 sampai 4 kali satu hari.

Apabila telah komsumsi santapan padat, dia hendak buang air lebih tidak sering, ialah 1 ataupun 2 kali satu hari. Bila sang kecil buang air besar lebih tidak sering dari frekuensi wajar, ini dapat menunjukkan indikasi wasir.

Sedangkan pada anak, tidak terdapat syarat menimpa jumlah buang air besar yang wajar, paling tidak sangat sedikit 1 kali satu hari. Oleh sebab itu, orangtua dapat menyamakan frekuensi buang air besar dikala wasir dengan umumnya serta amati indikasi lain yang menyertai.

Biasanya kendala pencernaan ini hendak membaik dalam sebagian hari kala anak tingkatkan konsumsi cairan serta santapan berserat, kembali berolahraga secara teratur, serta minum obat pencahar natural ataupun obat- obatan kedokteran.

Apabila indikasi wasir tidak pula membaik sehabis mempraktikkan perawatan di rumah, lekas cek ke dokter.

4. Intoleransi santapan salah satu kendala pencernaan anak

Balita yang lahir secara prematur, mempunyai berat tubuh yang rendah, ataupun mempunyai cacat bawaan pada ususnya umumnya hadapi intoleransi santapan.

Maksudnya, terdapat isi santapan yang dikira badan selaku ancaman sehingga memunculkan respon muntah ataupun diare sehabis komsumsi santapan tersebut.

Buat keadaan ini, orangtua wajib betul- betul memerhatikan apa juga yang dimakan sang kecil. Mungkin Kamu memerlukan konsultasi serta penyembuhan lebih lanjut pada dokter anak buat mengatur indikasi.

5. Perut kembung, tipe kendala pencernaan anak

Perut kembung tercantum kendala pencernaan yang tidak cuma dirasakan oleh orang berusia, kanak- kanak hingga balita pula dapat mengalaminya.

Kembung pada balita kerap diserrtai indikasi ganggguan pencernaan lain, semacam muntah, diare, sakit, perut, kolik, serta wasir ataupun konstipasi.

Sebagian keadaan yang menimbulkan balita kembung ialah:

Balita lagi diare sebab kandungan kalium dalam perut berkurang

Balita terus menangis sebab banyak menelan udara

Balita minum susu mengenakan botol yang lubang dotnya sangat besar

Perut kembung diakibatkan terdapatnya banyak angin yang terperangkap di dalam perut anak. Sang kecil dapat jadi rewel sebab menahan rasa tidak aman pada perutnya dikala kembung.

Buat menanggulangi kendala pencernaan pada anak tipe perut kembung, Kamu dapat melaksanakan sebagian perihal, ialah:

Menyendawakan balita buat kurangi perut kembung

Rehat yang cukup

Pada anak, bagikan air putih supaya tidak dehidrasi

Beri santapan berserat( apabila perut kembung sebab wasir)

Bersumber pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor. 28 tahun 2019, anjuran konsumsi serat setiap hari buat anak umur 1- 3 tahun merupakan 19 gr, sedangkan anak umur 4- 6 tahun mencakup 20 gr serat per harinya.

Bunda dapat meningkatkan apel, pir, serta kacang polong ke dalam kemilan sehat sang kecil. Tidak hanya itu, Kamu pula dapat membagikan susu kaya serat buat sang kecil.