Beberapa Cara Untuk Mengetahui Apa Saja Bahan Membuat Kompos
By: Date: March 1, 2021 Categories: Uncategorized

Bahan Membuat Kompos – Kompos adalah salah satu jenis pupuk yang dibuat dengan cara mendaur ulang sampah. Misalnya sisa makanan atau sampah organik lainnya. Dari sekian banyak cara membuat kompos, aerobik atau menggunakan oksigen cukup mudah.

Saat sampah organik dibuang, dihasilkan gas metana, yang berpotensi menjadi gas rumah kaca. Anda dapat menghindarinya dengan mengubahnya menjadi pupuk organik. Dengan membuat pupuk organik sendiri, 25% hingga 50% sampah organik Anda dapat dikurangi, sehingga mengurangi produksi gas metana.

Kompos berguna untuk menambahkan bahan organik ke dalam tanah agar tanaman menjadi lebih subur. Selain itu, kompos dapat menyeimbangkan pH tanah, mengontrol suhu tanah, mengurangi erosi tanah, dan membantu tanaman menyerap unsur hara di daerah tersebut dengan lebih baik.

 

Langkah-Langkah Bahan Membuat Kompos

Selain itu, membuat kompos sendiri dapat menghemat uang Anda. Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli pupuk yang dibeli di toko agar tanaman Anda tumbuh subur. Cara Membuat Kompos Yang Bisa Anda Coba:

bahan membuat kompos

Siapkan Wadah

Anda bisa memulai pengomposan dengan menyiapkan wadah. Gunakan wadah tersebut sebagai tempat mengumpulkan sampah organik. Misalnya mangkuk buah, sayur, cangkang telur, ampas kopi, bubuk teh dan lain-lain.

Sebaiknya siapkan dua wadah sebagai wadah sampah organik. Tujuannya, jika salah satu tempat sampah sudah penuh, ada tempat sampah lain yang bisa digunakan untuk menampung sampah organik berikutnya.

Tambahkan Daun Kering

Setelah Anda meletakkan sampah organik, Anda bisa memasukkan daun kering ke dalam wadah. Penggunaan daun kering berguna untuk mengontrol kelembapan pada wadah sampah organik yang sudah Anda siapkan. Jika daun keringnya hilang, Anda bisa menambahkan serbuk gergaji.

Masukkan Mikroba

Cara membuat kompos selanjutnya adalah dengan melibatkan mikroba untuk mengurai sampah. Banyak hal yang dapat dijadikan sebagai sumber mikroba, seperti kompos setengah jadi, kotoran sapi, atau buttermilk atau mentega susu.

Membuat Lubang Oksigen

Salah satu keuntungan pupuk kompos yang dibuat secara aerobik adalah Anda bisa mengatur bau busuk yang keluar dari sampah. Selain itu, cara aerobik juga bisa mencegah munculnya organisme yang tak diinginkan, misalnya belatung.

Ada dua cara yang bisa Anda lakukan. Pertama, beri beberapa lubang pada wadah sampah organik. Kedua, aduk sampah dalam wadah sekali tiap empat hari.

Setelah melakukan cara membuat pupuk kompos di atas, pupuk bisa jadi setelah 40 hingga 45 hari. Anda hanya perlu menjaga kelembaban dan terus menumpuk sampah dengan sampah organik baru.

 

Manfaat Membuat Bahan Kompos Sendiri

Meski terbuat dari bahan organik yang “busuk”, sebenarnya kompos memiliki banyak manfaat bagi tanaman. Beberapa manfaat dapat dilihat dari berbagai sudut:

Dari Segi ekonomi

Keuntungan terpenting bagi petani atau pemilik tanaman adalah dapat dilihat dari sudut pandang ekonomi. Darimana? Karena kompos dibuat dari bahan-bahan alami, hal ini tentunya dapat menghemat biaya perawatan tanaman.

Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membeli pupuk. Anda bisa mengarahkan biaya pupuk untuk memenuhi kebutuhan lainnya, seperti bibit unggul atau berbagai kebutuhan lainnya. Wah, bisa lebih untung?

Dari Segi Lingkungan

Kompos dijamin tidak mencemari lingkungan karena dibuat dari bahan organik (alami). Dalam hal ini, tanah dan air adalah dua unsur yang paling diuntungkan. Keduanya tetap “aman” karena kompos sama sekali tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Selain itu, sampah organik yang dibiarkan saja menimbulkan berbagai penyakit terhadap lingkungan, termasuk manusia. Tentunya bila sampah tersebut dijadikan kompos dapat mengurangi resiko penyakit pada makhluk hidup disekitarnya.

Manfaat Bagi Tanaman

Manfaat utama kompos terletak pada tanaman itu sendiri. Kompos dapat meningkatkan komposisi unsur hara, mineral, atau unsur hara lain di dalam tanah. Unsur-unsur tersebut dibutuhkan oleh tumbuhan.

Ketika tanaman telah memenuhi kebutuhan mineral dan nutrisinya, jelas terlihat bahwa mereka dapat tumbuh dengan subur, sehat, dan menghasilkan tanaman yang berkualitas tinggi. Panen yang melimpah dan berkualitas tentunya menjadi momen yang paling dinantikan para petani, bukan?